Kegigihan Petani Subak Pangkung Jajang Jembrana Mampu Tanam Padi Hingga Empat Kali Setahun
Jembrana, 10 Maret 2026 – Tanam padi empat kali setahun ternyata bukan isapan jempol belaka. Bagi beberapa petani Subak Pangkung Jajang, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, menanam dengan bantuan irigasi perpompaan, pengaturan waktu tanam, penggunaan varietas unggul dan pengelolaan lahan yang tepat mereka mampu menanam padi empat kali dalam setahun.
Gede Riasa, Pekaseh Subak Pangkung Jajang mengaku semenjak menggunakan irigasi perpompaan sumur bor dangkal tahun lalu beberapa anggota subaknya berhasil menanam empat kali dalam setahun. Meskipun tidak setiap tahun bisa empat kali, karena faktor umur padi. Di tahun 2025 untuk penanaman empat kali setahun tanam pertama dilakukan bulan Januari, kedua bulan April selanjutnya bulan Agustus dan yang terakhir bulan Desember. “Saat ini baru 4 hektar lahan bisa melakukan tanam empat kali, rencananya tahun 2026 ini bertambah menjadi 4 hektar lagi dari 35 hektar luas lahan subak. Kami selaku pekaseh berharap ke depan lebih banyak lagi anggota subak kami yang bisa menanam empat kali dalam setahun. Karena itu kami sangat mengharapkan bantuan pemerintah berupa tambahan irigasi perpompaan sumur bor dangkal seperti ini ”, ungkapnya.
Terkait produktivitas padinya, Riasa mengaku tidak ada kendala. Produktivitas padinya tetap tinggi, paling rendah produksi padinya mencapai 7 ton per hektar Gabah Kering Panen (GKP) meskipun empat kali tanam. karena petani Subak Pangkung Jajang selalu memperhatikan kesuburan lahan dengan penambahan pupuk organik dan kapur pertanian.
Sementara itu Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bali (BRMP Bali) dalam kunjungannya bersama tim ke Subak Pangkung Jajang yang turut dihadiri Kepala Bidang Pertanian, Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana, Penyuluh Kabupaten, Koordinator dan Penyuluh BPP Melaya dan POPT Jembrana menyampaikan apresiasinya atas kegigihan petani sehingga mampu menanam padi empat kali dalam setahun. “Memang dengan kondisi saat ini, dimana lahan pertanian yang semakin sempit salah satu cara meningkatkan produksi padi adalah dengan peningkatan IP. Catatan kami untuk bisa menanam 3-4 kali dalam setahun ada beberapa faktor yang perlu mendapat perhatian antara lain manajemen irigasinya, varietas benih genjah, pengaturan waktu tanam dan panen, dan yang terpenting kesuburan lahan harus tetap terjaga” ujarnya.
Kepada BRMP Bali juga berterima kasih atas kerja keras Penyuluh Pertanian yang telah mendampingi petani dengan baik dan sepenuh hati. “Semoga ke depan semakin banyak petani yang terinspirasi dengan kegigihan petani di Subak Pangkung Jajang sehingga Swasembada Pangan yang telah tercapai dapat dipertahankan. Ke depan jika ada kendala ataupun kebutuhan petani Subak Pangkung Jajang atau subak lainnya di Jembrana agar segera menyampaikan atau mengusulkan kepada penyuluh pendamping atau ke Dinas Pertanian sehingga segera kita dapat carikan solusi”, ujarnya.